LAKUKAN IBADAH INI, AGAR LULUS CPNS 2018

Dasar Mengerjakan Sholat Hajat

Dalam Fiqih Sunnah, Sayyid Sabiq menyebutkan soal sholat hajat dengan mengutip hadis shahih dari Abu Darda radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

” Barangsiapa berwudhu dan menyempurnakannya, kemudian mengerjakan sholat dua raka’at dengan sempurna maka Allah Ta’ala memberi apa saja yang ia minta, baik segera maupun lambat.” (HR. Ahmad)

Sudah pasti bahwa manfaat sholat hajat sebagai sarana permohonan atau doa yang dapat kita lakukan ketika kita memiliki keinginan atau hajat agar lekas terkabul. Tidak ada masalah yang jauh dari jalan keluar, sholat hajat juga merupakan cara yang paling tepat dalam mengadukan permasalahan yang sedang dihadapi seorang muslim. Shalat sunnah ini merupakan salah satu jenis shalat yang disyariatkan dalam islam. Nah, saat melaksanakan shalat hajat ada beberapa hal yang harus kamu perhatikan, seperti:

Waktu tepat melaksanakan sholat hajat. Sebenarnya, shalat hajat dapat dilakukan kapan saja saat ada kesempatan, kamu bisa mengerjakan shalat ini di siang hari atau malam hari. Namun, ternyata ada waktu yang lebih baik untuk melaksanakan shalat ini, pada waktu sepertiga malam terakhir yaitu sekitar jam 01:00 sampai waktu subuh tiba 05:00. Karena seperti yang kita ketahui waktu sepertiga malam terakhir adalah waktu yanng mustajab ketika kita memanjatkan doa. Karena pada saat itu, Allah turun dari Arsy-NYA (SinggasanaNYA) ke langit bumi yang paling bawah, tepat di atas kepala kita.

nah buat kamu nih sahabat keceleg, CPNS akan segera bergulir sipakan diri dan segala sesuatu dari hal terkecil apapun, sholat hajat sebagai bentuk harapan dan doa kita agar dipermudah oleh Allah dalam kita ujian, semoga dengan kita melakukannya sholat hajat kita bisa lulus CPNS aamiin!

Secara ringkas, tata cara sholat hajat adalah sebagai berikut:

  1. Niat sholat hajat
  2. Takhbiraatul ikhram (berdiri bagi yang mampu)
  3. Membaca doa Iftitah
  4. Membaca surat Al-Fatihah
  5. Membaca salah satu surat dari Alquran. Mengenai bacaan surat Alquran sebenarnya bisa surat mana saja. Tapi lebih diutamakan jika pada raka’at pertama Surat Al-Karifuun sebanyak 3 kali.
  6. Ruku’ dengan tuma’ninah
  7. I’tidal dengan tuma’ninah
  8. Sujud dengan tuma’ninah
  9. Duduk di antara 2 sujud dengan tuma’ninah
  10. Sujud kedua dengan tuma’ninah
  11. Berdiri untuk melaksanakan raka’at kedua
  12. Membaca surat Al-Fatihah
  13. Membaca salah satu surat dari Alquran. Mengenai bacaan surat Alquran sebenarnya bisa surat mana saja. Tapi lebih diutamakan jika pada raka’at kedua Surat Al-Ikhlas sebanyak 3 kali.
  14. Ruku’ dengan tuma’ninah
  15. I’tidal dengan tuma’ninah
  16. Sujud dengan tuma’ninah
  17. Duduk di antara 2 sujud dengan tuma’ninah
  18. Sujud kedua dengan tuma’ninah
  19. Tahiyyat akhir dengan tuma’ninah
  20. Salam

Doa Sholat Hajat

Dream – Dalam tata cara sholat hajat, kita dianjurkan untuk membaca doa setelah selesai mengerjakannya. Berikut akan dijelaskan bagaimana tata cara doa sholat hajat:

1. Bertawassul dengan memberikan hadiah bacaan Al-Fatihah kepada Rasulullah dan keluarganya, para sahabat, para ulama, para guru, orang tua dan semua umat muslim.

2. Setelah itu membaca Surat Al-Ikhlash, Surat Al-Falaq, Surat An-Naas dan Ayat Kursi. Masing-masing sebanyak 3 kali.

3. Membaca doa sholat hajat.

LAA ILAHA ILLALLOHUL HALIIMUL KARIIMU SUBHAANALLOHI ROBBIL ‘ARSYIL ‘AZHIIM. ALHAMDU LILLAAHI ROBBIL ‘AALAMIIN. AS `ALUKA MUUJIBAARI ROHMATIKA WA ‘AZAAIMA MAGHFIROTIKA WAL GHONIIMATA MING KULLI BIRRI WASSALAAMATA MING KULLI ITSMIN LAA TADA’ LII DZAMBAN ILLA GHOFARTAHU WALAA HAMMAN ILLAA FAROJTAHU WALAA HAAJATAN HIYA LAKA RIDHON ILLA QODHOITAHAA YAA ARHAMAR ROOHIMIIN

Artinya: “Tidak ada Tuhan melainkan Allah Yang Maha Lembut dan Maha Penyantun. Maha Suci Allah, Tuhan pemelihara Arsy yang Maha Agung. Segala puji bagi Allah Tuhan seru sekalian alam. Kepada-Mu-lah aku memohon sesuatu yang mewajibkan rahmat-Mu, dan sesuatu yang mendatangkan ampunan-Mu dan memperoleh keuntungan pada tiap-tiap dosa.

Janganlah Engkau biarkan dosa daripada diriku, melainkan Engkau ampuni dan tidak ada sesuatu kepentingan, melainkan Engkau beri jalan keluar, dan tidak pula sesuatu hajat yang mendapat kerelaan-Mu, melainkan Engkau kabulkan. Wahai Tuhan Yang Paling Pengasih dan Penyayang.”

Tags: