Beranda BAHASA INDONESIA MATERI LENGKAP BAHASA INDONESIA KELAS 5 SD WAWANCARA

MATERI LENGKAP BAHASA INDONESIA KELAS 5 SD WAWANCARA

7743
0

LAMPIRAN MATERI

 

Bahasa Indonesia Kelas 5 SD Semester 1

  1. Standar Kompetensi

Mengungkapkan pikiran, pendapat, perasaan, fakta secara lisan dengan menanggapi suatu persoalan,      menceritakan hasil pengamatan, atau berwawancara.

  1. Kompetensi Dasar

Berwawancara sederhana dengan narasumber ( petani, pedagang, nelayan,  karyawan dll ) dengan memperhatikan pilihan kata dan santun berbahasa.

 

Wawancara dengan narasumber

 

Wawancara adalah suatu cara untuk mengumpulkan data atau memperoleh informasi dengan mengajukan pertanyaan langsung kepada narasumber atau otoritas.

Narasumber adalah orang yang member (megetahui secara jelas tentang sebuah informasi) atau sebagai  sumber informasi (informan).

Adapun tujuan wawancara adalah sebagai berikut:

  1. bahan informasi,misalnya berkaitan dengan masalah sosial,politik,ekonomi,dll
  2. bahan opini,misalnya pendapat dan tamggapan narasumber terhadap suatu masalah.
  3. bahan ceriat,misalnya untuk mendukung penulisan karya sastra.
  4. bahan biografi,misalnya riwayat hidup tokoh yang akan ditulis.

Wawancara berdasarkan pelaksanaannya dapat dibedakan menjadi sebagai berikut:

  1. wawancara terstruktur,yaitu wawancara yang dilaksanakan secara terencana dengan berpedoman pada daftar pertanyaan yang telah disiapkan.
  2. wawancara tidak terstruktur,yaitu wawancara yang tidak berpedoman pada daftar pertanyaan.

Wawancara memiliki 7 jenis,yaitu:

  1. wawancara bebas,yaitu wawancara yang susunan pertanyaannya tidak ditentukan lebih dulu dan pembicaraannya tergantung kapada suasana pembicara.
  2. wawancara terpimpin,yaitu wawancara dengan memakai daftar pertanyaan yang sudah disiapkan terlebih sebelumnya.
  3. wawancara individual,yaitu wawncara yang dilakukan seseorang dengan responden tunggal.
  4. wawancara kelompok,yaitu wawancara yang dilakukan terhadap sekelompok orang dalam waktu bersamaan.
  5. wawancara konferensi,yaitu wawancara antara seorang pewawancara dengan sejumlah responden atau sejumlah pewawancara dengan seorang responden.
  6. wawancara terbuka,yaitu wawancara yang berdasarkan pertanyaan yang tidak terbatas jawabannya.
  7. wawancara tertutup,yaitu wawancara berdasarkan pertanyaan yang terbatas jawabannya.

Tahap-tahap wawancara,yaitu:

  1. menentukan topik wawancara
  2. menentukan narasumber yand disesuaikan dengan topik wawancara.
  3. mengetahui identitas narasumber secara umum
  4. menghubungi atau mengkonfirmasi narasumber yang akan diwawancarai
  5. membuat garis besar atau daftar pertanyaan
  6. mempelajari masalah yang berkaitan dengan topik wawancara
  7. mempersiapkan alat Bantu untuk mencatat hasil wawancara

Ketika wawancara dengan narasumber,ada beberapa hal yang perlu diperhatikan (etika/sopan santun), yaitu sebagai berikut:

  1. datang tepat waktu sesuai dengan perjanjian
  2. bersikap sopan santun,wajar dan ramah
  3. dahulukan pertanyaan yang ringan dan sederhana
  4. bertanya dengan kalimat yang jelas dan singkat sesuai dengan topik wawancara
  5. hindari pertanyaan yang bersifat pribadi
  6. mencatat hal-hal yang penting hasil wawancara dan menyimpulkannya sendiri
  7. jangan menyela apabila narasumber sedang berbicara
  8. selesai wawncara ucapkan terima kasih

 

Contoh wawancara sederhana

Nara Sumber : Petani

Topik              : Meningkatkan Mutu Hasil Panen.

Daftar Pertanyaan :

  1. Bagaimanakah hasil panen padi tahun ini pak ?
  2. Apakah hasil panen tersebut dapat ditingkatkan lagi ?
  3. Bagaimana dan langkah-langkah apa saja yang dapat bapak lakukan untuk meningkatkan hasil panen bapak ?
  4. Berapa kali bapak memberikan pupuk pada tanaman padi bapak ?
  5. Dalam 1 tahun berapa kali panen yang bapak lakukan?
  6. Kami sudah merasa cukup atas informasi yang bapak berikan, kami mengucapkan terima kasih dan semoga panen bapak sangat memuaskan.

 

 

Wawancara   :

Siswa   : Bagaimanakah hasil panen padi tahun ini pak ?

Petani : Hasil panen tahun ini cukup baik.

Siswa   : Apakah hasil panen tersebut dapat ditingkatkan lagi ?

Petani : Bisa, hasil panen bisa ditingkatka lagi.

Siswa   : Bagaimana dan langkah-langkah apa saja yang dapat bapak    lakukan untuk meningkatkan hasil panen bapak ?

Petani  : Untuk meningkatkan hasil panen dapat dilakukan dengan cara pemberian pupuk yang berkualitas, memberantas hama, serta pengairan yang cukup.

Siswa   : Berapa kali bapak memberikan pupuk pada tanaman padi bapak ?

Petani :Kalau padi sudah mendapatkan air yang cukup maka pemberian pupuk dapat dilakukan 2 kali sekali panen.

Siswa   : Dalam 1 tahun berapa kali panen yang bapak lakukan?

Petani  :Dalam 1 tahun panen dapat dilakukan sebanyak 3 kali.

Siswa   : Kami sudah merasa cukup atas informasi yang bapak berikan, kami mengucapkan terima kasih dan semoga panen bapak sangat memuaskan.

Petani : Iya, sama-sama. Semoga informasi yang dapat saya berikan bermanfaat untuk kalian semua.

 

 

 

REFERENSI BARU

 

WAWANCARA
A. Pengertian Wawancara
wawancara adalah tanya jawab antara dua pihak yaitu pewawancara dan narasumber untuk memperoleh data, keterangan atau pendapat tentang suatu hal.
*Pewawancara adalah orang yang mengajukan pertanyaan.
*Narasumber adalah orang yang memberikan jawaban atau pendapat atas pertanyaan pewawancara. Narasumber juga biasa disebut dengan informan.
*Orang yang bisa dijadikan sebagai narasumber adalah orang yang ahli di bidang yang berkaitan dengan imformasi yang kita cari.
B. Jenis-jenis wawancara
1). Wawancara serta merta
Wawancara serta merta adalah wawancara yang dilakkan dalam situasi yang alamiah. Prosesnya terjadi seperti obrolan biasa tampa pertanyaan panduan.
2). Wawancara dengan petunjuk umum
Wawancara dengan petunjuk umum adalah wawancara dengan berpedoman pada pokok-pokok atau kerangka permasalahan yang sudah dibuat terlebih dahulu.
3). wawancara berdasarkan pertanyaan yang sudah dibakukan. dalam hal ini pewawancara mengajukan pertanyaan berdasarkan daftar pertanyaan yang sudah disiapkan atau dibakukan.
C. Tahap Tahap Wawancara
1). Tahap Persiapan
a. Menentukan maksud atau tujuan wawancara (topik wawancara).
b. Menentukan informasi yang akan di kumpulkan atau didata.
c. Menentukan dan menghubungi nara sumber.
d. Menyusun daftar pertanyaan.
2). Tahap Pelaksanaan
a. Mengucap salam
b. Memperkenalkan diri.
c. Mengutarakan maksud dan tujuan wawancara.
d. Menyampaikan pertanyaan dengan teratur.
e. Mencatat dan merekam pokok-pokok wawancara.
f. Mengahiri dengan salam dan meminta kesediaan narasumber untuk dapat dihubungi kembali jika ada yang perlu dikomfirmasi atau dilengkapi.
3). Tahap Penyusunan Hasil Wawancara. laporan wawancara terdiri dari bagian bagian sebagai berikut.
a. Tema atau topik wawancara.
b. Tujuan atau maksud dari wawancara.
c. Identitas narasumber.
d. Ringkasan isi wawancara.Isi wawancara dapat ditulis dalam bentuk dialog atau dalam bentuk narasi.
C. Beberapa Hal Yang Harus Dihindari Ketika Proses Wawancara Berlangsung
a. Menyampaikan pertanyaan yang sudah umum atau pasti jawabannya.
b. Menanyakan pertanyaan yang inti jawabannya sama dengan pertanyaan sebelumnya.
c. Meminta narasumber untuk mengulang-ulang jawabannya.
d. Memotong pembicaraan narasumber.
e. Bersikap lebih pandai dari narasumber.
D. Contoh Laporan Hasil Wawancara
Contoh Wawancara
Pewawancara:
“Selamat siang Pak! Apakah kita bisa memulai wawancaranya sekarang?”
Narasumber (kepsek):
“Oh, ya. Silahkan!”
Pewawancara:
“Jadi, untuk Bapak maklumi, tujuan wawancara ini adalah untuk mengetahui kesiapan dari para siswa maupun guru dalam pelaksanaan ujian kali ini”
Narasumber:
“Silahkan teruskan”
Pewawancara:
“Sejauh ini, apa saja yang sudah dipersiapkan untuk menyambut ujian yang sebentar lagi akan dilaksanakan?”
Narasumber:
“Persiapan yang kami lakukan adalah memberikan les-les tambahan atau pengayaan dan mengurangi bahkan menghentikan beberapa kegiatan ekstrakulikuler untuk sementara.”
Pewawancara:
“Menurut pantauan Bapak, bagaimana tentang kesiapan dari siswa?”
Narasumber:
“Saya rasa para siswa sudah cukup siap.”
Pewawancara:
“Baiklah Pak! Saya rasa imformasi yang saya butuhkan sudah cukup. Terimakasih atas waktu dan kesediaan Bapak. Selamat siang.”
Narasumber:
“Sama-sama. Selamat siang.”

Contoh Laporan Wawancara.
Tema: Persiapan ukian.
Tujuan: Mengetahui kesiapan para guru dan siswa dalam pelaksanaan ujian.
Narasumber: Kepala sekolah.
Waktu: 25 Mei 2012.
Tempat: Ruang kepala sekolah.
Siang itu Kepala Sekolah sudah menunggu saat saya tiba di ruangannya. Saya pun langsung memulai wawancara.
Dalam wawancara itu, saya menanyakan tentang kesiapan para guru dan siswa dalam menyambut ujian. Menurut Kepala Sekolah, para siswa cukup siap dalam menyambut ujian. Kepala Sekolah juga menyatakan bahwa beliau mengurangi bahkan menghentikan beberapa kegiatan ekstrakurikuler agar para siswa dapt mengikuti les dan pengayaan dengan maksimal.

 

 

Wawancara

Wawancara adalah percakapan antara dua pihak yang ditujukan untuk mencari keterangan.

Persiapan sebelum Wawancara

Persiapan sebelum wawancara, antara lain:

  1. Membuat jadwal atau janji dengan narasumber, kapan dan di mana wawancara berlangsung.
  2. Mempersiapkan garis besar hal-hal yang akan ditanyakan pada narasumber.
  3. Mempersiapkan alat pencatat atau perekam yang berfungsi dengan baik.

Tahap-tahap Wawancara

  1. Tahap pembukaan

1) Pewawancara memperkenalkan diri dengan menyebutkan asal sekolah.

2) Pewawancara mengemukakan maksud dan tujuan wawancara.

  1. Tahap inti

Pewawancara mengajukan pertanyaan sesuai yang telah dirancang. Pertanyaan ini diajukan secara jelas, teratur dan sopan.

  1. Tahap akhir

1) Akhiri wawancara dengan kesan yang baik dan menyenangkan.

2) Pewawancara mengucapkan terima kasih dan berpamitan dengan sopan.

3) Saat berwawancara jangan lupa menulis biodata narasumber.

Cantumkan dalam laporan hasil wawancara kamu.

Misalnya:

Nama :

Usia :

Jenis Kelamin :

Pekerjaan :

Alamat :

Tips Berwawancara:

BASA-BASI!

Sebuah wawancara, tidak dapat dilaksanakan begitu saja. Kamu perlu berbasa-basi terlebih dahulu agar  narasumber yang kamu wawancarai tidak merasa canggung, karena banyak narasumber yang belum terbiasa berhadapan dengan mikrofon atau ucapannya direkam ke dalam kaset rekorder. Dalam kesempatan berbasa-basi itu, kamu dapat menanyakan namanya, bagaimana pengucapannya, dan dengan apa ia lebih suka dipanggil: Saudara, Mas/Mbak, Bapak/Ibu, Tante/Om, dan sebagainya.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here