Beranda BAHASA INDONESIA MATERI AJAR KD. 3.3  CERITA FIKSI KURIKULUM 2013 SMP KELAS 7

MATERI AJAR KD. 3.3  CERITA FIKSI KURIKULUM 2013 SMP KELAS 7

114
0

MATERI AJAR KD. 3.3

 

Pengertian Teks Cerita Fiksi

Teks cerita fiksi merupakan karya sastra yang berisi cerita rekaan atau didasari dengan angan-angan “fantasi” dan bukan berdasarkan kejadian nyata, hanya berdasarkan imajinasi pengarang.

Imajinasi pengarang diolah berdasarkan pengalaman, wawasan, pandangan, tafsiran, kecendikiaan, penilaiannya terhadap berbagai peristiwa, baik peristiwa nyata maupun peristiwa hasil rekaan semata.

Jenis Teks Cerita Fiksi

Adapun jenis cerita fiksi ada tiga yaitu:

  • Novel merupakan sebuah karya fiksi prosa yang tertulis dan naratif.
  • Cerpen merupakan suatu bentuk prosa naratif fiktif yang cenderung padat dan langsung pada tujuannya.
  • Roman.

Unsur-Unsur Teks Cerita Fiksi

Nah berikut ini unsur untrinsik yang membangun cerita fiksi dimana unsur ini ada di dalam cerita fiksi sebagai berikut:

  • Tema
  • Tokoh
  • Alur/Plot
  • Konflik
  • Klimaks
  • Latar
  • Amanat
  • Sudut pandang
  • Penokohan
  • Kesatuan
  • Logika
  • Penafsiran
  • Gaya

Sedangkan unsur ekstrinsik yang membentuk karya sastra dari luar sastra itu sendiri berikut ini.

  • Keadaan subjektivitas individu pengarang yang memiliki sikap.
  • Keyakinan.
  • Pandangan hidup yang keseluruhan itu akan mempengaruhi karya yang ditulisnya.
  • Psikologi baik yang berupa psikologi pengarang seperti ekonomi, politik dan sosial juga akan mempengaruhi karya sastra.
  • Pandangan hidup suatu bangsa.
  • Berbagai karya seni yang lain dan sebagainya.

Struktur Teks Cerita Fiksi

Jika kamu mengetahui struktur cerpen, maka itu tidak jauh berbeda dengan struktur penyusunan teks cerita fiksi, dimana struktur cerita fiksi terdiri 6 unsur berikut:

  • Abstrak merupakan opsional atau boleh ada maupun tidak ada, bagian ini menjadi inti dari sebuah teks cerita fiksi.
  • Orientasi merupakan berisi tentang pengenalan tema, latar belakang tema serta tokoh-tokoh didalam novel, terletak pada bagian awal dan menjadi penjelasanm dari teks cerita fiksi dalam novel.
  • Komplikasi merupakan klimaks dari teks cerita fikasi karena pada bagian ini mulai muncul berbagai permasalahan, biasanya komplikasi disebuah novel menjadi daya tarik tersendiri bagi pembaca.
  • Evaluasi merupakan bagian dalam teks naskah novel yang berisi munculnya pembahasan pemecahan atau pun penyelesaian masalah.
  • Resolusi merupakan bagian yang berisi inti pemecahan masalah dari masalah-masalah yang dialami tokoh utama.
  • Koda (reorientasi) berisi amanat dan juga pesan moral positif yang bisa dipetik dari sebuah naskah teks cerita fiksi.

Namun, tidak menutup kemungkinan teks cerita fiksi di novel hanya mempunyai struktur berupa evaluasi, orientasi, resolusi dan komplikasi.

Kaidah Kebahasaan

Supaya kalian dapat membedakan teks cerita fiksi dengan yang lain 3 ciri kaidah kebahasaan berikut perlu diketahui:

  • Metafora merupakan perumpamaan yang sering digunakan untuk membandingkan sebuah benda atau menggambarkan secara langsung atas dasar sifat yang sama.
  • Metonimia merupakan gaya bahasa yang digunakan, kata-kata tertentu dipakai sebagai pengganti kata yang sebenarnya namun penggunaannya hanya pada kata yang memiliki pertalian yang begitu dekat.
  • Simile (persamaan) digunakan sebagai perbanding yang bersifat eksplisit dengan maksud menyatakan sesuatu hal dengan hal lainnya, misalnya; seumpama, selayaknya, laksana.

 

 

CONTOH CERITA FANTASI TENTANG LEGENDA PUTRI BULAN

 

Catur wuluan adalah seorang gadis pedesaan yang sangat muskin berwajah suram karena menderita jenis penyakit kulit aneh diwajahnya. Masyarakat desa akan menghindari dia karena takut ketika berpapasan dengan wulan. Untuk menutupi kekurangannya, akhirnya wulan selalu menggunakan penutup wajah atau cadar.

Baca juga: 4 Contoh Teks Cerita Sejarah Singkat Beserta Strukturnya (5W1H)

Disuatu malam yang sunyi wulan bermimpi aneh yakni bertemu dengan seorang pangeran bernama rangga. Dia adalah seorang putra raja nan ramah dan tampan. Keinginan wulan untuk berkenalan dengan sang pangeran membuat wulan semakin sering memimpikannya.

 

“Sudah wulan sudah, singkirkan mimpi konyolmu itu!” kata ibu kepada wulan ketika tengah melihat anak perempuannya melamun di jendela kamarnya. “Aku tidak ingin menyakiti hati kecilmu itu. Kamu bebas ingin menyikai siapa, tapi ibu hanya tidak mau kamu akhirnya kecewa nanti” lanjut ibu wulan dengan sangat lembut.

 

Sebenarnya yang ada dalam pikiran wulan sama dengan ibunya. Mimpi wulan memang terlalu tinggi. Orang orang daerah pedesaan saja takut ketika berpapasan dengan wulan, apalagi ketika pangeran rangga bertemu dengannya.

 

Disuatu malam, wulan termenung memandangi langit nan cerah tanpa awan. Bulan dapat bersinar dengan terang dan memancarkan cahaya keemasan. Di sekitar bulan nampak sekerumunan bintang yang berkelip.

 

“sungguh cantik malam ini” ujar wulan yang tengah takjub melihat fenomena alam tersebut. Tiba tiba wulan terpikir akan sebuah cerita tentang dewi bulan. Ia adalah dewi yang tinggal dan menghuni bulan. Dewi bulan memiliki paras cantik dan hati yang sangat baik. Dia sering turun ke bumi hanya untuk membantu orang orang yang tengah dilanda kesusahan. Setiap ibu tentunya ingin anak perempuannya seperti dewi bulan.

 

Sewaktu masih kecil, wajah wulan juga tidak kalah cantik dengan dewi bulan tutur ibunya.

“Aku ingin sekali meminta pada dewi bulan agar wajah yang aku miliki bisa secantik dulu lagi. hmmm tapi tidak mungkin karena itu cuma dongen saja.” wulan segera membuang harapannya jauh jauh. Setelah cukup puas menatap langit malam akhirnya wulan menutup jendela kamar dan beranjak tidur dengan perasaan sedih.

 

Wulan adalah gadis baik berhati sangat lembut yang gemar menolong sesama. Pada suatu sore, wulan tengah bersiap siap untuk menjenguk seorang nenek tua yang sedang sakit dan sekaligus mengantarkan makanan padanya. Sepulan dari rumah nenek tua wulan merasa merasa kebingunan karena ia pulang kemalaman dan keadaan begitu gelap. Tiba tiba munculah ratusan kunang kunang yang dari tuubuhnya memancarkan cahaya yang begitu terang.

 

“Terimakasih, kalian semua telah menerangi jalanku untuk pulan” ujar wulan dengan perasaan lega. Akhirnya wulan berjalan dan terus berjalan namun wulan menyadari bahwa ia telah cukup jauh berjalan namun tidak kunjungsampai kerumahnya.

 

“sepertinya aku tersesat masuk kedalam hutan” Gumam wulan dengan panik. ternyata ratusan kunang kunang tadi telah membawa wulan masuk jauh kedalam hutan.

 

“Jangan takut pada kami wulan, kami semua membawamu kesini supaya wajahmu yang sekarang dapat disembuhkan seperti dulu lagi” ujar kunang kunang.

 

“hah? kamu?? kamu bisa bicara?” tanya wulan sembari menatan salah seekor kuang kunang.

“kami semua adalah utasan dewi bulan” Tegas kunang kunang yang paling besar dan paling bersinar.

 

Akhirnya wulan tiba disebuah danau ditengah hutan. Para kunang kunang pun akhirnya beterbangan ke langit. Perlahan bersamaan dengan hilangnya kunang kunang, awan yang ada dilangit akhirnya juga ikut menyibab dan keluarlah cahaya bula purnama berwarna keemasan.

 

“Indah sekali sinar bulan malam ini” Sekali lagi wulan takjub melihat fenomena alam tersebut. Wulan mengamati pantulan bulan di permukaan air di tepi danau. Bayangan bulan tersebut sangat sempurna dan memantulkan sinar keemasan. Tiba tiba dari bayangan bulan tersebut munculah perempuan berparas sangat cantik.

 

“Si….siapa kamu? tanya wulan dengan perasaan takut.

 

“Aku adalah dewi bulan. Aku ada disini untuk membantu menyembuhkanmu” ucap dewi bulan dengan sangat lembut.

“selama ini kamu telah mendapatkan banyak sekali ujian. Karena kebaikan yang ada di hatimu. Kamu akan aku berikan air sakti yang dapat membuat wajahmu cantik kembali. Terimalah air kecantikan ini dan basuhlah wajahmu!” lanjut dewi bulan.

 

Dengan gemetar wulan menerima sebuah botol berisi air. Secara perlahan dewi bulan kembali masuk kedalam bayangan pantulan bulan di permukaan air di tepi danau dan menghilang. Akhirnya wulan segera membasuh wajahnya dengan air kecantikan pemberian dewi bulan. Tanpa disadari wulan tertidur di sana.

 

Sungguh ajaib air yang diberika dewi bulan. Ketika bangun tidur wulan mendapati dirinya terbangun di ranjang tempat tidurnya dirumah. Dan ketika bercermin begitu kagetnya wulan melihat wajahnya cantik dan lembut seperti dulu lagi. Ibu wulan pun ikut gembira bercampur heran.

 

Akhirnya kecantikan wulan menyebar seiring berjalanya waktu hingga terdengar di telinga pangeran rangga. Karena penasaran dengan rumor dan cerita yang beredar akhirnya sang pangeran pergi untuk mencari tau kebenarannya. Akhirnya wulan dan pangeran rangga dapat bertemu dan berkenalan.

 

 

 

 

 

 

Kalimat Langsung

 

Kalimat langsung adalah sebuah kalimat yang merupakan hasil kutipan langsung dari pembicaraan seseorang yang sama persis seperti apa yang dikatakannya.

 

Ciri-ciri kalimat langsung:

 

  1. Pada kalimat langsung kalimat petikan ditandai dengan tanda petik.
  2. Huruf pertama pada kalimat yang dipetik menggunakan huruf kapital.
  3. Kalimat petikan dan kalimat pengiring dipisahkan dengan tanda baca (,) koma.
  4. Kalimat langsung yang berupa dialog berurutan, harus menggunakan tanda baca titik dua (:) di depan kalimat langsung.
  5. Pola susunan:

Pengiring, ”kutipan”

“Kutipan,” pengiring

“Kutipan,” pengiring, “kutipan”

  1. Cara membaca pada kalimat kutipan intonasinya sedikit ditekan.

 

Aturan menulis kalimat langsung:

 

Dalam menulis kalimat langsung ada beberapa hal yang harus diperhatikan terutama penggunaan tanda baca, diantaranya adalah:

 

  1. Bagian kalimat petikan diapit oleh tanda petik 2 (“) bukan petik 1 (‘).
  2. Tanda petik penutup ditaruh setelah tanda baca yang mengakhiri kalimat petikan.

 

Contoh:

 

Andi mengatakan, “Aku akan pergi ke sekolah besok.”   (Benar)

Andi mengatakan, “Aku akan pergi ke sekolah besok”.    (Salah)

“Baju itu bagus,” kata mawar      (Benar)

“Baju itu bagus”, kata mawar      (Salah)

 

  1. Kalimat pengiring harus diakhiri dengan satu tanda koma, terkadang tanda titik dua dan satu spasi apabila bagian kalimat pengiring terletak sebelum kalimat petikan.

 

Contoh:

 

Andi bertanya, “Mau kemana kalian hari ini?”

“Mau kemana kalian hari ini?” tanya Andi.        (Benar)

“Mau kemana kalian hari ini?”, tanya Andi.       (Salah)

 

  1. Jika ada 2 kalimat petikan, huruf awal pada kalimat petikan pertama menggunakan huruf kapital. Sedangkan pada kalimat petikan kedua menggunakan huruf kecil kecuali nama orang dan kata sapaan.

 

Contoh:

 

“Coba saja minta sama ayah,” kata ibu, “dia pasti akan memberikannya.”

Budi mengatakan, “Sepatu yang ku pakai sepatu mahal,” padahal kata Andre, “sepatu Budi murah.”

 

Contoh kalimat langsung:

 

Ibu menyuruh, “Belikan ibu garam di warung!”

“Jangan bergereak” gertak polisi kepada pencuri.

“Siapakah yang membersihkan ruang kelas ini?” tanya bu guru sebelum memulai pelajaran.

“Kak, kau dipanggil Ayah” kata ibu, “ kamu disuruh makan olehnya.”

Budi berkata: “Aku ingin pergi ke Jepang suatu saat nanti.”

 

Kalimat Tidak Langsung

 

kalimat tidak langsung adalah kalimat yang melaporkan atau memberitahukan perkataan orang lain dalam bentuk kalimat berita.

 

Ciri-ciri kalimat tidak langsung

 

  1. Tidak menggunakan tanda petik.
  2. Intonasi membacanya datar.
  3. Terdapat perubahan kata ganti orang, yaitu:

Kata ganti orang ke-1 berubah menjadi orang ke-3.

“Saya”, “aku” menjadi “Dia” atau “Ia”

Kata ganti orang ke-2 berubah menjadi orang ke-1.

“kamu” “Dia” menjadi “saya”atau nama orang

Kata ganti orang ke-2 dan ke-1 jamak berubah menjadi ”kami”, “kita” dan “mereka”

“kalian” “kami” menjadi “ “mereka” “kami”

Contoh:

Ibu berkata, “Dia adalah gadis yang baik.”

Ibu berkata bahwa Ani adalah gadis yang baik

Pak guru berkata, “Kalian harus menjadi anak yang rajin.”

Pak guru berkata bahwa kami harus menjadi anak yang rajin

  1. Biasanya ditambahkan konjungsi “bahwa”.

 

Contoh kalimat tidak langsung:

 

Bu Guru bertanya kepada kami apakah kami sudah mengerti apa yang telah diajarkannya.

Desta mengatakan bahwa dia berjanji akan mengantarkan Anisa pulang ke rumah.

Hamid menanyakan tentang kapan ayahnya pulang kepada ibunya.

Irwan meminta kepada Ibunya agar dia dibelikan motor baru.

Hamid berkata bahwa dia akan pulang terlambat.

Deni mengatakan bahwa saya harus membatunya menyelesaikan tugas.

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here