MAKALAH KLASIFIKASI MENYIMAK DALAM PANDANGAN KLASIK DAN MODERN


KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat serta karunia-nya kepada kita semua. Shalawat dan salam kita hadiahkan pahalanaya kepada Nabi Muhammad SAW, yang telah berhasil menegakkan kalimat tauhid lailahaillallah di muka bumi ini.
Berkat partisipasi dan kerjasama rekan-rekan semua, penulis dapat menyelesaikan makalahPengajaran Keterampilan Menyimak, MengenaiPengklasifikasian Jenis Menyimak Penulis menyadari masih banyak terdapat kekurangan baik dalam penulisan, tata bahasa, juga dalam pembahasan materi dalam makalah ini. Sebab kami dari penulis masih dalam pembelajaran. Sebelumnya penulis mohon maaf bila terdapat kesalahan nantinya, harapan kami makalah ini dapat membantu dalam proses perkuliahan dan tentunya bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari bagi kita semua.
                                                                            Solok ,Oktober  2013

                                                                                                              KOMAR HAPIDIN 

                                                                                       Penyusun
BAB 1
PENDAHULUAN
A.     Latar Belakang
Penulisan makalah ini dilatar belakangi karna kitaDalam menghadapi tuntutan di era globalisai dan tuntutan perubahan zaman harus di imbangi dengan Keterampilan berbahasa yang mencakup keterampilan menyimak, keterampilan berbicara, keterampilan menulis, dan keterampilan membaca. Keterampilan menyimak dan keterampilan membaca merupakan dua kemampuan berbahasa yang bersifat aktif reseptif.
Kegiatan berbahasa yang pertama kali dilakukan adalah kegiatan menyimak atau mendengar apa yang dituturkan orang lain melalui sarana lisan. Secara alami bahasa bersifat lisan dan terwujud dalam kegiatan berbicara dan pemahaman terhadap pembicaraan yang dilakukan. Hal itu akan lebih nyata terlihat pada masyarakat bahasa yang belum mengenal sistem tulisan. Pada umumnya, dalam masyarakat, proses bahasa secara lisan jauh lebih banyak daripada bahasa tulisan. Oleh karena itu, keterampilan menyimak dan membaca perlu mendapat perhatian yang memadai.
B.      Rumusan Masalah
Dalam hal ini penulis dapat merumuskan masalah dalam pembahasanpengklasifikasian jenis menyimak.
1.        Apa yangKlasifikasimenyimak dalam pandangan klasik?
2.        Apa saja bagian-bagian dalammenyimak?
3.        Apa yangKlasifikasi menyimak dalam pandangan modern?
C.     Tujuan Penulisan
Penulisan makalah ini bertujuan:
1.     Mengidentifikasi masalah tentangKlasifikasimenyimak dalam pandangan klasik dan modern?
2.     Mengetahui bagian-bagian apa saja dalammenyimak?
3.     Mengetahui pendapat menurut beberapa ahli?
BAB II
PEMBAHASAN
A.Klasifikasi menyimak dalam pandangan klasik
           Pengklasifikasian jenis-jenis menyimak yang diajukan oleh seorang tokoh pada umumnya berbeda debgan tokoh lainnya. Hal ini diuraikan secara singkat, bagaimana perkembanagn pembagian jenis menyimak dan latar belakang pembagian tersebut.
           Menurut dawson (1952:128-9, periksa juga tarigan, 1983:22-35), jenis kegiatan menyimak tersebut adalah:
1)     Menyimak causal listening,
2)     Menyimak sekuder,
3)     Menyimak estetis
4)     Menyimak creative atau creative listening,
5)     Menyimak perluasan,
6)     Menyimak introgratif,
7)     Menyimak konsetratif,
8)     Menyiamak kritis.
Secara klasik menyimak diklasifikaiskan beberapa jenis menyimak, perhatikan jenis-jenis menyimak berikut ini.
1. Menyimak Intensif
Istilah menyimak intensif merupakan rangkaian dua kata, yakni menyimak dan intensif. Menyimak bermaknakegiatan mendengarkan atau memperhatikan baik-baik apa yang diucapkan orang, menangkap, dan memahami makna dari apa yang didengarkan; sedangkan intensif bermakna secara sungguh-sungguh dan terus menerus dalam mengerjakan sesuatu hingga memperoleh hasil yang optimal. Dengan demikian, menyimak intensif dapat dimaknai sebagai sebuah kegiatan berbahasa yang memaksimalkan pemanfaatan indra pendengar dengan sungguh-sungguh, penuh konsentrasi untuk menangkap makna yang dikehendaki dari apa yang didengar.
            Aktivitas menyimak intensif memiliki ciri-ciri: (a) memahami apa yang disimak, (b) penuh konsentrasi, (c) pemahaman terhadap materi simakan akan menghasilkan sebuah produk, sehingga menyimak intensif juga mengharapkan munculnya sebuah reproduksi dari apa yang didengar, (d) memberikan penilaian terhadap bahan yang disimak dan untuk melakukan penilaian seorang penyimak harus melakukan ekplorasi pengetahuan terkait dengan bahan simaan.
            Berdasarkan ciri-ciri yang menyertai aktivitas menyimak intensif, muncul kategorisasi menyimak intensif dengan istilah (a) menyimak komprehensif, (b) menyimak kritis, (c) menyimak produktifataumenyimak kreatif, (d) menyimak konsentratif, (e) menyimak eksploratif, (f) menyimak interogatif, (g) menyimak selektif.
a. Menyimak Komprehensif
 Menyimak komprehensif berkaitan dengan kemampuan penyimak untuk memahami dengan sistematis dan seksama terhadap isi materi yang disimak dengan tujuan untuk menguasai dengan baik materi-materi yang diperdengarkan.
 
b. Menyimak Kritis
Menyimak kritis adalah menyimak yang dalam aktivitasnya menitikberatkan pada upaya mencari kesesuaian apa yang didengarkan dengan isi materi yang didengarkan. Fokus menyimak kritis adalah mencermati dan mencari fakta dari sumber informasi yang didengar untuk menilai kesesuaiannya dengan gagasan atau ide yang ada dalam materi yang didengar.
c. Menyimak Kreatif
Menyimak kreatif merupakan suatu aktivitas mendengarkan yang tidak berhenti sampai pada mendengarkan informasi, melainkan suatu aktivtas mendengarkan yang berusaha mereproduksi informasi yang didengar untuk menghasilkan sesuatu dalam bentuk lain, seperti interpretasi dan pemaknaan sehingga menyimak kreatif mempunyai hubungan erat dengan daya imajinasi. Kemampuan imajinasi penyimak menjadi faktor penentu untuk menciptakan pemahaman terhadap apa yang didengar. Dengan kemampuan imajinasinya, penyimak dapat memberikan apresiasi terhadap apa yang didengarnya.
d. Menyimak Konsentratif
Menyimak konsentratif pada dasarnya adalah bagian dari menyimak komprehensif. Penggolongan menyimak konsentratif ke dalam menyimak komprehensif berkaitan dengan aktivas yang terjadi pada menyimak konsentrasi yang fokusnya menelaah pembicaraan/hal yang disimaknya. Tujuan utama menyimak konsentratif adalah tertangkapnya berbagai informasi yang disampaikan oleh penutur sehingga ide dari pembicara dapat dipahami dengan baik.
  
e. Menyimak Interogatif
Menyimak interogatif merupakan aktivitas menyimak yang fokus utamanya adalah mengidentifikasi/menyeleksi sejumlah informasi penting yang dibutuhkan untuk menjawab pertanyaan yang diajukan setelah aktivitas menyimak selesai dilakukan. Guna melakukan seleksi atau mengidentifikasi informasi penting yang kira-kira muncul dalam pernytaan pasca-menyimak, aktivitas menyimak ini membutuhkan konsentrasi.  

f. Menyimak Eksploratif
Menyimak eksploratori atau menyimak penyelidikan adalah sejenis menyimak yang menempatkan kemampuan menemukan hal-hal baru atau hal-hal yang menarik sebagai informasi tambahan yang melengkapi topik pembicaraan atau isu-isu baru sesuai topik pembicaraan. Tujuan utama dari menyimak ekplorasi adalah menemukan informasi-informasi baru terkait materi pembicaraan sehingga mempermudah pemahaman terhadap topik yang dibicarakan.   
2. Menyimak Ekstensif
          Menyimak ekstensif juga dibentuk oleh dua kata, yakni menyimak dan ekstensif. Dalam hal ini, menyimak ekstensif berkaitan dengan kemampuan orang yang menyimak terkait dengan kehidupan sehari-hari seperti: menyimak radio, televisi, percakapan orang di pasar, pengumuman, dan sebagainya. Ciri-ciri yang menyertai aktivitas menyimak ekstensif adalah: (a) dilakukan dengan tanpa tujuan yang berarti atau secara kebetulan, (b) dilakukan tidak dalam situasi khusus, (c) dilakukan sambil lalu, (d) dilakukan untuk menikmati keindahan, (e) dilakukan dalam situasi yang ramai, (f) dilakukan dengan tanpa tujuan yang spesifik. Berdasarkan ciri-ciri aktivitas menyimak ekstensif, maka muncul klasifikasi menyimak ekstensif dalam kategori berikut.
  
a. Menyimak Sekunder
Menyimak sekunder pada dasarnya sama dengan mendengar saja, lebih tepatnya, menyimak sekunder adalah aktivitas mendengar secara kebetulan. Maksudnya, menyimak dilakukan sambil mengerjakan sesuatu dan tidak memiliki tujuan tertentu. Karena mendengarkan secara kebetulan, penyimak yang melakukan aktivitas ini tidak perlu menguasai dengan baik materi yang didengarnya.
b. Menyimak Estetik
Menyimak estetik pada dasarnya sama dengan menyimak rekreatif atau merupakan jenis menyimak yang memiliki nuansa menghibur, seperti ketika menikmati suatu pertunjukkan, lakon drama, cerita/dongeng, puisi, ketoprak, penentasan wayang, baik secara langsung maupun melalui radio. Meskipun sifatnya menghibur, menyimak estetik tidakhanya semata-mata untuk menyenangkan diri sendiri, melainkan harus ada unsur memahami, mengalami serta merasakan masing-masing pelaku dalam setiap pertujukkan yang disimak.
  
c. Menyimak Pasif
Menyimak pasif termasuk jenis menyimak yang dilakukan oleh seseorang yang ingin memahami informasi pada saat belajar dengan teliti meski dilakukan tanpa dasar. Bisanya menyimak pasif dilakukan seseorang pada saat memperhatikan pembelajaran dengan seksama dan teliti yang tujuan utamanya memperdalam pemahamannya terhadap materi yang dipelajari. Disebut menyimak pasif karena pada saat melakukan aktivitas menyimak, penyimak tidak membutuhkan reaksi kinetik melainkan hanya melakukan proses kognitif untuk memahami apa yang disimak.
d. Menyimak Sosial 
Menyimak sosial merupakan aktivitas menyimak yang dilakukan ketika aktivitas pembicaraan yang dilakukan bukan dalam situasi resmi atau kedinasan melainkan menyimak yang terjadi pada situasi yang menunjukkan adanya interaksi sosial masyarakat, misalnya orang mengobrol, berdiskusi, bercerita mengenai hal-hal menarik perhatian banyak orang atau mengenai materi pembicaan yang menjadi fokus pembicaraan banyak orang. Pada aktivitas menyimak sosial ini antara penyimak dan penutur akan saling menyimak satu dengan yang lainnya, memberikan komentar yang relevan dengan topik pembicaraan, mengikuti bagian-bagian yang menarik sebagai bukti adanya kesamaan minat, hobi, dan motivasi. Menyimak sosial juga mencerminkan adanya perhatiankolektivitas masyarakat yang terlibat dalam minat yang sama terhadap topik pembicaraan. 
A.          Klasifkasi Menyimak Dalam Pandangan Modern
Penggunaan istilah “modern” dalam buku bersifat relatif. Magsudnya, pengertian modern dikaitkan dengan batas waktu tertentu, yaitu akhir 1980-an. Charles Kelley (dalam Shostak, 1977:245-248) membagi jenis kegiatan menyimak menjadi dua. Kedua jenis menyimak tersebut adalah menyimak secara teliti dan menyimak secara empitis. Seorang penyimak aktif hendaknya memiliki beberapa kemampuan prasyarat.Pada hakikatnya, menyimak berarti mendengarkan dan memahami bunyi bahasa. Namun sebelum sampai kepada taraf pemahaman, yang bersangkutan harus menapaki
jalan yang berliku-liku. Artinya, yang bersangkutan harus berupaya bersungguh-sungguh. Kenyataan ini membuktikan bahwa menyimak sebenarnya bersifat aktif.
Setiap orang yang terlibat dalam proses menyimak harus menggunakan sejumlah kemampuan. Jumlah kemampuan yang digunakan itu sesuai dengan aktivitas penyimak. Pada saat penyimak menangkap bunyi bahasa, yang bersangkutan harus menggunakan kemampuan memusatkan perhatian. Bunyi yang ditangkap perlu diidentifikasi. Di sini diperlukan kemampuan linguistik. Kembali, bunyi yang sudah diidentifikasi itu harus diidentifikasi dan dipahami maknannya. Dala hal ini penyimak harus menggunakan kemampuan linguistikdan non-linguistik. Makna yang sudah diidentifikasi dan dipahami, makna itu harus pula ditelaah, dikaji, dipertimbangkan, dan dikaitkan dengan pengalaman serta pengetahuan yang dimiliki si penyimak. Pada situasi ini diperlukan kemampuan mengevaluasi.
BAB III
PENUTUP
A.   Kesimpulan
Dalam hal ini penulis dapat menyimpulkan bahwaTeori tidak selamanya sejalan dengan prakteknya. Buktinya, tergambar dalam pengajaran menyimak. Kita sudah mengetahui bahwa menyimak sangat fungsional dalam kehidupan manusia. Pengajaran bahasa, baik bahasa pertama ataupun bahasa kedua, harus berlandaskan menyimak. Menyimak juga memperlancar ketrampilan berbicara, membaca, dan menulis. Keterampilan menyimak juga sangat penting dalam memperlancar komunikasi lisan. Menyimak adalah sarana ampuh dalam mengumpulkan informasi.
           Pengklasifikasian jenis-jenis menyimak yang diajukan oleh seorang tokoh pada umumnya berbeda debgan tokoh lainnya. Hal ini diuraikan secara singkat, bagaimana perkembanagn pembagian jenis menyimak dan latar belakang pembagian tersebut.
           Menurut dawson (1952:128-9, periksa juga tarigan, 1983:22-35), jenis kegiatan menyimak tersebut adalah:
1)     Menyimak causal listening,
2)     Menyimak sekuder,
3)     Menyimak estetis
4)     Menyimak creative atau creative listening,
5)     Menyimak perluasan,
6)     Menyimak introgratif,
7)     Menyimak konsetratif,
8)     Menyiamak kritis.
B. Saran
        Setelah kami menyimpulkan apa yang telah di jabarkan. Maka jika sekiranya ada kesalahan ataupun kekeliruan dari makalah ini, baik dalam penyusunan maupun penulisan, kritik dan saran pemabaca sangat kami harapakan demi kelangsungan penulisan kami selanjutnya.
DAFTAR PUSTAKA
http://retnoendahpratiwunduh selasa 8 oktober 2013 pukul 21’00

Tags: